SMK Negeri Bali Mandara Wujudkan Semangat Kartini melalui Kreativitas “Wajah Plastik”

KUBUTAMBAHAN – Momentum peringatan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, dirayakan dengan cara yang edukatif dan inovatif oleh keluarga besar SMK Negeri Bali Mandara melalui gelaran lomba “Wajah Plastik”. Bertempat di Aula Indraprasta, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran kokurikuler yang mengusung tema penting mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah ini diambil sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan sekaligus kesadaran ekologis kepada para siswa melalui aksi nyata pengolahan limbah.

Perlombaan yang berlangsung semarak ini melibatkan perwakilan dari sembilan grha, di mana setiap kelompok ditantang untuk menunjukkan kemampuannya dalam menyusun limbah plastik menjadi sebuah karya wajah plastik. Objek utama yang wajib divisualisasikan adalah sosok Raden Ajeng Kartini, sang tokoh emansipasi, sebagai simbol inspirasi bagi generasi muda. Para siswa dari setiap grha tampak sangat tekun memilah dan menempelkan potongan plastik dengan berbagai warna dan tekstur untuk menciptakan detail wajah yang mirip dan memiliki kedalaman estetika yang kuat.

Proses pengumpulan karya peserta ke juri

Melalui integrasi tema pengelolaan sampah berbasis sumber, setiap bahan yang digunakan merupakan plastik yang telah dipilah secara mandiri oleh para siswa dari lingkungan asrama dan sekolah mereka. Hal ini bertujuan agar para siswa memahami bahwa permasalahan sampah dapat diatasi secara kreatif jika dikelola dengan benar sejak dari akarnya. Proses pengerjaan yang berlangsung di Aula Indraprasta tersebut tidak hanya menguji ketangkasan seni, tetapi juga kekompakan antaranggota grha dalam menerjemahkan semangat perjuangan Kartini ke dalam media ramah lingkungan.

Hasil karya dari kesembilan grha ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk dalam menjaga kelestarian alam Bali. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap karakter siswa dapat terbentuk dengan kuat, sebagaimana Kartini yang dahulu berjuang membawa perubahan bagi kaumnya. Penyelenggaraan lomba ini pun diakhiri dengan apresiasi tinggi terhadap seluruh karya yang berhasil membuktikan bahwa di tangan yang tepat, limbah plastik mampu bertransformasi menjadi potret penuh makna dan keindahan. (mrcsr)