KUBUTAMBAHAN – Dalam upaya meningkatkan standar kesehatan di lingkungan pendidikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Sehat di SMK Negeri Bali Mandara, Kamis (12/2). Bertempat di Aula Ayodhya, kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa yang akan mendapatkan materi mengenai budaya hidup sehat.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, yaitu Ni Nyoman Sri Listiyawati, S.KM., Made Diantari, S.KM., MAP., dan Kadek Dhiyo Mamhista Kumara, S.KM., yang mengajak para siswa membedah konsep hidup sehat secara menyeluruh dari aspek fisik, mental, hingga sosial.



Narasumber Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Sehat
Dalam pemaparannya, tim Dinkes Buleleng menekankan pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai kunci untuk meningkatkan produktivitas serta menekan risiko penyakit. Sebagai pedoman praktis sehari-hari, para siswa dibekali dengan jargon CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres), serta penguatan 7 Langkah Utama GERMAS seperti rutin makan buah dan sayur hingga menjaga kebersihan lingkungan yang diharapkan dapat segera diimplementasikan secara nyata di lingkungan asrama maupun sekolah.
SMK Negeri Bali Mandara mengapresiasi penuh program ini dan mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng atas ilmu dan bimbingan yang diberikan. Kehadiran tim supervisi sangat membantu sekolah dalam upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Harapan kami, 40 siswa yang mengikuti kegiatan ini mampu menjadi contoh nyata bagi rekan-rekan lainnya. Menjadi pelopor untuk bisa berbagi dalam pembudayaan hidup sehat. Semoga sinergi ini terus berlanjut agar budaya hidup sehat bukan sekadar slogan, melainkan karakter yang melekat pada setiap siswa SMK Negeri Bali Mandara demi masa depan yang lebih gemilang.
Salam GERMAS: Sehat, Bugar, Produktif!

