KUBUTAMBAHAN – SMK Negeri Bali Mandara secara resmi membuka perayaan Bulan Bahasa Bali VIII pada Selasa pagi (24/02/2026). Mengusung tema besar Provinsi Bali tahun 2026, “Atma Kerthi: Udiana Purnananing Jiwa”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk melakukan penyucian jiwa melalui pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali di tengah arus modernisasi.
Acara yang dipusatkan di Aula Indraprasta ini dibuka dengan khidmat melalui penampilan Tari Pendet dan diikuti seluruh warga sekolah dengan busana adat Bali yang rapi. Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri Bali Mandara menegaskan bahwa penguatan karakter berbasis kearifan lokal adalah fondasi utama bagi siswa SMK Negeri Bali Mandara untuk dapat menjadi SDM Bali Unggul.
“Tema Atma Kerthi mengingatkan kita bahwa bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan taman bunga bagi jiwa yang mencari kesempurnaan. Di SKANBARA, kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat,” ungkapnya sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Suasana aula semakin semarak saat memasuki sesi Catwalk dan Unjuk Bakat 5 Besar Finalis Jegeg Bagus SKANBARA Tahun 2026. Setelah melalui beberapa proses seleksi, hari ini para finalis menampilkan perpaduan antara kecerdasan, etika, dan keanggunan busana. Selain pemilihan Jegeg Bagus SKANBARA Tahun 2026, terdapat beberapa lomba lainnya yaitu Lomba Mesatua Bali, Lomba Baligrafi, dan Lomba Mading.
Dengan berakhirnya Lomba Mading, kegiatan Perayaan Bulan Bahasa Bali VIII di SMK Negeri Bali Mandara hari pertama juga berakhir dan akan dilanjutkan besok untuk puncak Perayaan Bulan Bahasa Bali VIII di SMK Negeri Bali Mandara Tahun 2026. (mrcsr)

