logo

Bali Academy Rampungkan Program TM-Sidhi Yogic Flying

Terhitung sejak tanggal 25 Juni hingga 10 Juli 2016, keluarga besar Bali Academy (SMA Negeri Bali Mandara dan SMK Negeri Bali Mandara, red.) melaksanakan program Transcendental Meditation Yogic Flying (Yoga Terbang). Program Yogic Flying ini merupakan tingkatan ke tiga dari rangkaian program latihan meditasi transendental. Sebelumnya, sejak tahun 2012, Bali Academy (yang saat itu masih hanya berdiri SMA Negeri Bali Mandara, red.) telah secara rutin melaksanakan program Transcendental Meditation (TM) dua kali sehari yang juga dilengkapi dengan latihan Yoga Asanas. Empat tahun berselang, setelah berdiri pula SMK Negeri Bali Mandara, bersama-sama, keluarga besar Bali Academy melaksanakan program tahapan ke dua, yakni TM-Sidhi yang dilaksanakan selama tiga bulan, yakni dari bulan Januari hingga bulan Maret 2016. Akhirnya, tahapan ke tiga, yakni Yogic Flying pun berhasil dirampungkan dengan sukses selama dua minggu ini. Untuk itu, sebuah perayaan bersama dilaksanakan di Aula Kebesaran Bali Academy guna merayakan kesusksesan pelaksanaan program ini.

Program Yogic Flying bertujuan untuk memaksimalkan koordinasi alam pikiran dan tubuh serta kedua bagian otak, baik otak kanan maupun otak kiri agar dapat bekerja secara maksimal dan seimbang. Dengan demikian setiap peserta dapat memaksimalkan potensi diri dalam belajar, bekerja, dan mencapai kesuksesan dalam hidup. Dalam implementasinya, sejak dilaksanakannya program TM-Sidhi, pihak Conciousness Based Education (CBE) selaku lembaga yang menaungi pelaksaan program TM di Indonesia, mengundang seorang ahli TM secara langsung dari India, yakni Guru Ji (Udayan Gaur) bersama sang istri Anjana Gaur untuk melatih dan mengakomodasi latihan selama program dilaksanakan. Adapun dalam program Yogic Flying kali pertama ini diikuti oleh 280 peserta (117 laki-laki dan 163 perempuan) yang merupakan peserta didik SMA Negeri Bali Mandara dan SMK Negeri Bali Mandara beserta jajaran guru dan staf. Dalam sejarahnya, ini merupakan grup latihan Yogic Flying terbesar di Asia. Dan, dari keseluruhan total jumlah peserta tersebut, sebanyak 90% peserta berhasil. Bahkan, seluruh peserta perempuan berhasil melakukan Yogic Flying ini dengan baik.

Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak hanya menjadi kebanggan tersendiri bagi pihak sekolah, peserta, dan penyelenggara (Yayasan CBE, red.), namun juga semakin menguatkan akan manfaat melaksanakan latihan TM secara rutin. Banyak perubahan dalam diri yang dirasakan oleh para pesertanya, tidak hanya dalam aspek kebugaran jasmani/fisik, namu juga secara spiritual dan mental kejiwaannya. Iyan Kharisma Kamajaya misalnya, siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan ini mengungkapkan bahwa dengan keberhasilan melaksanakan TM dan Yogic Flying, ia merasakan perubahan yang cukup signifikan. “Saya merasa lebih segar, lebih rajin, dan bersemangat. Sebelumnya saya terkesan cuek dan malas, namun kini saya menjadi lebih terdorong dan ikhlas tanpa beban dalam melaksanakan kegiatan yang ada” ungkapnya. Pengakuan senada juga disampaikan oleh Kadek Noviani, siswi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. “Saya merasa lebih bahagia dan lebih akrab dengan teman-teman di asrama. Segalanya, terutama interaksi sosial yang saya lakukan berjalan dengan lebih baik semenjak program Yogic Flying ini” akunya.

Berbagai pengalaman dan manfaat positif yang dirasakan oleh tiap peserta diamini oleh Guru Ji. Beliau berujar; “Kita hanya perlu menerima dan menjalankan program ini dengan apa adanya, lakukan dengan rutin, maka manfaat besar akan datang. Tidak hanya kondisi tubuh menjadi lebih fit dan segar, namun juga kondisi mental dan pikiran akan menjadi lebih baik. Kesuksesan pun akan lebih mudah digapai”. Pada kesempatan ini, beliau yang juga didampingi Bapak Hengky Gunawan selaku guru/pengajar TM menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan sekolah dan segenap warganya, juga Pemerintah Provinsi Bali dalam tiap inisiatif, perencanaan, dan pelaksanaan program ini hingga bisa berjalan dengan sukses. Mewakili Yayasan CBE, mereka berharap semoga program ini bisa terus dilakanakan secara berkesinambungan agar semuanya dapat mengembangkan potensi diri dengan maksimal guna meraih kesuksesan, bahkan bisa menjadi model percontohan bagi setiap sekolah di Bali dan Indonesia. Sehingga dengan demikian, harapan untuk melihat para calon pemimpin masa depan bangsa yang tangguh, tanggap, dan terlibat dapat terwujud di masa depan.
-r.m.j.gut

 

13603459_1057112171046735_3925166124136223234_o 13613529_1057112071046745_7178937550257269404_o 13613690_1057111257713493_7998038200647228713_o 13626458_1057111507713468_1066772655333141843_n 13627106_1057111517713467_1741580646872469258_n 13627214_1057112027713416_4586873551233698384_n 13631636_1057111727713446_1319026666781346590_n 13641098_1057111741046778_7327433815544847110_o 13641275_1057112141046738_5980284936812271428_o 13641302_1057111461046806_6250491283470615473_o 13653108_1057111924380093_2079495664698245504_o 13661835_1057111997713419_7394071594697274905_o 13661853_1057111254380160_4926352105792219990_o 13661953_1057111404380145_3890913072040879001_o 13662199_1057111427713476_6308109669895942864_o 13668688_1057111247713494_7124380268856813463_o 13668856_1057111424380143_3265496460817796572_o 13669445_1057111711046781_3330752546219954610_o