logo

SKANBARA PANEN GELAR, Raih Juara 1 di Tiap Kategori Lomba Karya Ilmiah Remaja se-Bali

SMK Negeri Bali Mandara, atau dalam pengucapan singkatnya disebut SKANBARA, perlahan namun pasti semakin memperkenalkan diri sebagai sebuah sekolah kejuruan yang pantas diperhitungkan di Bali. Berbagai prestasi mentereng berhasil diraih guna memantapkan eksistensi sekolah yang akan genap berumur satu tahun pada bulan Juli 2016 ini. Terbaru, siswa-siswi SKANBARA berhasil memborong gelar pada tiap kategori gelaran Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) tingkat SMA/SMK se-Bali yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali.

LKIR ini dilaksanakan dalam rangka memberikan ruang ekspresi bagi para peneliti belia Bali untuk unjuk diri. Bertempat di Hotel Batukaru, Denpasar, LKIR pada tahun ini berlangsung selama tiga hari (19-22 Juni 2016, red.) dengan akomodasi yang seluruhnya ditanggung oleh pihak peyelenggara. Sebelumnya, telah dilaksanakan proses seleksi awal yang mana terdapat 167 makalah penelitian. Dari jumlah tersebut, terpilih 41 makalah yang terdiri dari 17 makalah kategori non eksperimen dan 24 makalah kategori eksperimen. SKANBARA dalam hal ini berhasil meloloskan 4 kelompok; satu kelompok dalam kategori karya tulis eksperimen dan tiga kelompok dalam kategori karya tulis non eksperimen.

Pada hari pertama, diselenggarakan acara pembukaan yang dibuka oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Pada hari ke dua dan ke tiga, para finalis mempresentasikan hasil penelitian mereka. Proses presentasi dilakukan secara undi dimana pada hari pertama sebanyak 20 peserta mendapat kesempatan untuk tampil mempresentasikan karyanya, sedangkan pada hari ke dua tampil 19 peserta dikarenakan 2 peserta dari Nusa Penida berhalangan hadir oleh karena cuaca yang buruk. Proses presentasi pada hari pertama dan kedua tersebut dilaksanakan dalam lima sesi per hari.

Dalam proses presentasi, para finalis diberikan waktu selama 20 menit, yang terbagi menjadi 10 menit sesi presentasi dan 10 menit sesi tanya jawab oleh dewan juri. Adapun dewan juri yang hadir pada saat itu merupakan dosen dan tenaga ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana atas nama Prof. Dr. Ir. I Ketut Satriawan, MT sebagai juri I, Drs. Pande Putu Karyana, M.Pd dan Drs. I Made Suastana,M.Hum sebagai juri II dan III yang merupakan perwakilan dari LPMP Kota Denpasar.

Pelaksanan LKIR pada hari ke tiga ditandai dengan upacara penutupan untuk kemudian dilanjutkan pada sesi akhir yang paling ditunggu dan membuat perasaan seluruh peserta berdebar resah, yakni pengumuman pemenang LKIR dari dewan juri. Dalam kategori karya tulis eksperimen, tim SKANBARA yang diwakili oleh I Made Brilian Manuaba dan Gede Juni Suartama yang dibina oleh Kadek Sembah Semadiartha (Guru Matematika, red.) memperoleh Juara I. Sedangkan dalam kategori karya tulis non eksperimen, kembali tim SKANBARA memperoleh juara I yang diwakili oleh Gede Deny Wilyarta dan Anak Agung Ayu Gita Loka Surya Pramesti dengan pembinanya Ni Kadek Asriani (Guru Matetamtik dan Seni Budaya, red.). Kemenangan kedua tim SKANBARA ini dilengkapi dengan raihan kedua tim lainnya dalam kategori non eksperimen, yakni tim Ni Made Rusmiani dan Luh Putu Triana Dewi yang dibina oleh Ni Luh Putu Suarsani (Kepala Asrama dan Pembina KIR, red.) menempati peringkat IV dan tim yang diwakili oleh Made Dian Putri Prabawati dan Ni Made Darmiasih yang dibina oleh I Komang Mudita (Guru Bahasa Indonesia) di peringkat V.

I Made Brilian Manuaba dan Gede Juni Suartama yang berhasi keluar sebagai juara I kategori karya tulis eksperimen, mengambil judul penelitian “Wind Converter (WC)” yang mampu memikat perhatian juri dan memperoleh skor 253. WC adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi angin. Proses pembangkitan energi listrik dilakukan dengan dua cara, yaitu secara primer menggunakan alternator dan secara sekunder dengan Secondary Power Supply (SPS). Cara kerja listrik yang dihasilkan disimpan dalam ACCU dan ditingkatkan tegangannya dari 12 volt menjadi 220 volt. Selain itu, WC dibuat dari barang bekas sehingga biaya pembuatannya murah. Keunggulan lain dari alat ini adalah tahan segala cuaca dan mampu untuk memenuhi kebutuhan listrik sebanyak dua rumah (dengan konsumsi listrik sederhana).

Sementara Gede Deny Wilyarta dan Anak Agung Ayu Gita Loka Surya Pramesti sebagai juara I kategori non eksperimen membuat karya ilmiah pemodelan Matematika rumah tradisional Desa Penglipuran. Mereka terinspirasi untuk mengangkat rumah tradisional Penglipuran sebagai objek kajian penelitian dikarenakan rumah tradisional Desa Penglipuran, dalam konstruksinya menggunakan hitungan khusus dan ukuran anatomi tubuh pemilik rumah. Ini memungkinkan mereka mengkajinya dengan menggunakan kajian ilmu Matematika. Mereka berharap, dengan keberhasilan karya ini, mereka dapat memperkenalkan dan melestarikan kembali kearifan lokal masyarakat Balli dalam rupa rumah tradisional Desa Penglipuran yang mulai dilupakan karena dianggap kuno dan cukup berbelit dalam pembuatannya.

Selamat untuk tim Karya Ilmiah Remaja SKANBARA!
Tetap berkarya dan semakin membara!
-r.m.j.gut

13466126_1045043448920274_2003587231152942712_n 13482878_1045043445586941_262358157405671895_o 13508913_1045043452253607_2519904807636034836_n